Kota Bekasi – Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PDI Perjuangan sekaligus Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda), Samuel Sitompul, menghadirkan konsep berbeda dalam pelaksanaan Reses II Tahun 2026 dengan memadukan kegiatan serap aspirasi masyarakat melalui turnamen catur yang melibatkan ratusan warga di Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan RT 003/RW 006, Kelurahan Duren Jaya, Minggu (12/7/2026), diikuti sekitar 200 peserta yang seluruhnya merupakan warga setempat. Turnamen catur tersebut digelar secara gratis sebagai bentuk hiburan rakyat sekaligus wadah pengembangan bakat bagi generasi muda.
Samuel mengatakan, kegiatan tersebut sengaja diselenggarakan bertepatan dengan momentum Bulan Bung Karno serta menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 yang biasanya dipenuhi berbagai kegiatan masyarakat.
“Kenapa saya buat ini? Ada dua faktor momennya. Pertama, memperingati Bulan Bung Karno. Kemudian yang kedua, menjelang Agustusan. Kalau Agustus saya pasti sibuk keliling wilayah-wilayah, jadi saya buat sekarang saja,” ujar Samuel.
Menurutnya, pelaksanaan turnamen lebih awal juga bertujuan agar tidak berbenturan dengan berbagai agenda lingkungan yang biasanya semakin padat memasuki bulan Agustus, sehingga masyarakat dapat menikmati kegiatan secara maksimal.
“Ini gratis, tidak ada biaya pendaftaran. Kita buat sebagai hiburan rakyat. Harapannya dari sini bisa muncul atlet-atlet catur Kota Bekasi yang hebat,” katanya.
Samuel menilai olahraga catur bukan sekadar permainan, tetapi juga sarana melatih pola pikir, kedisiplinan, dan kemampuan mengambil keputusan.
“Mengasah kemampuan, skill kita, dan dengan mengasah kemampuan maka tumbuh disiplin. Dengan disiplin insyaallah kita jadi juara dan jadi Grand Master seperti Bapak Utut Adianto, idola saya,” tuturnya di hadapan peserta.
Di sela kegiatan turnamen, Samuel juga menjalankan fungsi utamanya sebagai wakil rakyat dengan menyerap berbagai aspirasi masyarakat. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian warga adalah sektor pendidikan, khususnya terkait akses sekolah tingkat SMP.
Samuel mengungkapkan, sejumlah orang tua menyampaikan kekhawatiran karena anak-anak mereka kesulitan mendapatkan sekolah.
“Banyak aspirasi hari ini, terutama dari SMP swasta. Orang tuanya khawatir anaknya tidak dapat sekolah. Makanya tadi saya perjuangkan supaya mereka bisa sekolah di SMP swasta. Ada sekitar 30 anak tadi di Duren Jaya ini,” jelasnya.
Selain persoalan pendidikan, Samuel juga menerima aspirasi terkait kebutuhan infrastruktur lingkungan. Ia menyatakan siap memperjuangkan sejumlah kebutuhan warga, seperti pembangunan sumur resapan serta penyediaan tanggul guna mengurangi persoalan genangan air dan banjir.
Tingginya antusiasme warga dalam turnamen catur juga menjadi perhatian Samuel. Ia menyebut jumlah peserta sebenarnya jauh lebih besar, namun terpaksa dibatasi karena keterbatasan waktu pelaksanaan.
“Antusias warga lumayan banyak. Kita cuma tampung 200 karena kalau lebih banyak lagi, tidak bisa selesai dalam satu hari. Karena tidak dipungut biaya pendaftaran, semuanya gratis, jadi kita buatnya menarik sebagai hiburan rakyat,” ungkapnya.
Samuel sebenarnya juga berencana mengadakan pertandingan catur simultan, yakni satu pemain menghadapi beberapa peserta sekaligus. Namun rencana tersebut belum dapat terlaksana karena padatnya agenda reses yang harus dijalankan.
“Keterbatasan waktu, saya harus ada kunjungan lagi ke warga. Saya mau mengoptimalkan masa reses ini, banyak turun ke warga, banyak kunjungan, banyak serap aspirasi, mumpung libur masa sidang,” tutup Samuel. (SUPRIYADI)
