Bekasi, 5 Mei 2026 — Kerusakan jembatan penyeberangan di wilayah Kalijambe, perbatasan Desa Mekarsari dan Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, memicu kekhawatiran serius. Jembatan yang menjadi akses utama warga, khususnya pelajar menuju SDN Mekarsari 06, dilaporkan rusak parah akibat diterjang banjir sekitar satu bulan lalu.
Akibat kondisi tersebut, para siswa terpaksa mencari jalur alternatif dengan melintasi rel kereta api tanpa pengaman. Situasi ini dinilai sangat berbahaya, mengingat tingginya intensitas lalu lintas kereta di kawasan Bekasi.
Selain mengancam keselamatan, kondisi ini juga dianggap melanggar prinsip perlindungan anak dalam memperoleh akses pendidikan yang aman dan layak. Risiko semakin nyata setelah terjadinya kecelakaan kereta api di Bekasi pada April 2026 lalu yang menewaskan belasan orang dan melukai puluhan lainnya.
Ketua Solidaritas Wartawan Tambun (SWAT), Mubarok HM, mengkritik keras lambannya respons pemerintah dalam menangani persoalan tersebut.
“Ini bukan sekadar jembatan rusak, ini soal keselamatan anak-anak. Sudah satu bulan mereka dipaksa melintasi rel kereta api tanpa pengaman. Kalau sampai terjadi kecelakaan, siapa yang bertanggung jawab? Pemerintah jangan tutup mata dan telinga. Ini darurat!” ujarnya.
Warga setempat menyebut hingga kini belum ada langkah konkret dari pemerintah desa, kecamatan, maupun kabupaten untuk memperbaiki jembatan atau menyediakan akses alternatif yang aman. Padahal, jalur tersebut merupakan kebutuhan vital masyarakat sehari-hari.
Sebelumnya, kawasan Kalijambe juga sempat menjadi sorotan setelah insiden seorang anak hanyut terseret arus sungai pada awal tahun 2026, yang semakin menegaskan tingginya risiko keselamatan di wilayah tersebut.
Masyarakat mendesak pemerintah segera mengambil tindakan, baik melalui pembangunan jembatan darurat maupun perbaikan permanen. Mereka khawatir, jika kondisi ini terus dibiarkan, potensi terjadinya tragedi hanya tinggal menunggu waktu.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah terkait rencana penanganan jembatan rusak tersebut. (Red)
