Oplus_16908288
Jakatarta 2026 — Suasana haru dan penuh khidmat menyelimuti kegiatan ziarah kubur yang dilakukan oleh keluarga besar almarhum Liem Tjoe Teng pada tahun 2026 di TPU Budi Dharna Sempet Jakarta Utara. Ziarah tersebut menjadi momen penting untuk mengenang sosok yang telah lahir Tgl 31 Desember 1955 dan berpulang pada 16 Juni 1986, sekaligus mempererat tali silaturahmi antar keturunan.

Almarhum Liem Tjoe Teng semasa hidup dikenal sebagai pribadi yang sederhana, pekerja keras, dan memiliki nilai-nilai kekeluargaan yang kuat. Warisan nilai tersebut terus dijaga oleh keturunannya hingga kini. Dari perjalanan hidupnya, almarhum dikaruniai 5 orang anak, yang kemudian berkembang menjadi 11 cucu dan 2 cicit—sebuah garis keturunan yang menjadi bukti keberlanjutan keluarga besar yang harmonis.
Dalam kegiatan ziarah ini, para anggota keluarga dari berbagai generasi berkumpul di pusara almarhum untuk memanjatkan doa, menabur bunga, serta mengenang kembali kisah dan perjuangan beliau semasa hidup. Tidak hanya menjadi tradisi tahunan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar tetap mengenal akar keluarga dan menghargai jasa para leluhur.
Salah satu perwakilan keluarga menyampaikan bahwa ziarah ini bukan sekadar ritual, melainkan bentuk nyata penghormatan dan rasa syukur atas kehidupan yang telah diwariskan. “Kami ingin anak-anak dan cucu-cucu tetap mengenal siapa leluhurnya, serta meneladani nilai-nilai kebaikan yang telah ditanamkan,” ujarnya.
Momentum ziarah tahun 2026 ini terasa semakin bermakna, karena selain mengenang almarhum, juga menjadi ajang mempererat kebersamaan di tengah kesibukan masing-masing anggota keluarga. Suasana kekeluargaan tampak hangat, diwarnai dengan doa bersama dan saling berbagi cerita lintas generasi.
Dengan semangat kebersamaan dan penghormatan terhadap leluhur, keluarga besar almarhum Liem Tjoe Teng berharap tradisi ziarah ini dapat terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas dan warisan nilai keluarga yang tak lekang oleh waktu. ( SUR)
