KABUPATEN BEKASI — Keluhan warga terkait kondisi saluran irigasi di sepanjang Jalan KH Abu Bakar, Desa Setiadarma, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, akhirnya mendapat tindak lanjut.
Saluran yang selama ini dipenuhi sedimentasi, lumpur dan sampah mulai dinormalisasi melalui pengerukan. Kondisi tersebut sebelumnya dikeluhkan warga lantaran menghambat aliran air dan berpotensi menyebabkan genangan hingga luapan ke jalan serta permukiman saat hujan turun.
Pelaksanaan normalisasi diawali dengan briefing yang dipimpin Camat Tambun Selatan, Drs. Sopian Hadi, M.M. Sejumlah unsur turut terlibat, mulai dari Perumda Tirta Bhagasasi, Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (DSDABMBK), pemerintah desa, aparat keamanan, BPD hingga masyarakat setempat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Cabang Perumda Tirta Bhagasasi Cabang Tambun Selatan, Windy Widiastuty; Kepala UPTD Peralatan dan Perbengkelan DSDABMBK, Solihin, S.Sos.; Bhabinkamtibmas Irawan Martin Junaedi, S.H., M.M.; Babinsa Peltu I Gusti Yuda; Sekretaris Desa Setiadarma Hendra yang mewakili kepala desa; serta Ketua BPD Desa Setiadarma Saban Nirman.
Camat Tambun Selatan Sopian Hadi mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membersihkan sekaligus mengembalikan fungsi saluran air di wilayah Kabupaten Bekasi.
«“Kegiatan ini merupakan salah satu program kami, terutama PLT Bupati Bekasi, untuk membersihkan sungai-sungai yang ada di Kabupaten Bekasi. Khususnya kegiatan yang berlokasi di saluran irigasi Desa Setiadarma berdasarkan permintaan masyarakat. Ini adalah swadaya masyarakat, gotong royong untuk membersihkan saluran irigasi tersebut,” ujar Sopian.»
Menurut Sopian, partisipasi masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menjaga kebersihan dan kelancaran saluran air. Pemerintah, kata dia, akan terus mendorong semangat gotong royong dalam penanganan lingkungan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.
Perumda Tirta Bhagasasi Beri Dukungan
Sementara itu, Kepala Cabang Perumda Tirta Bhagasasi Cabang Tambun Selatan Windy Widiastuty menjelaskan, pihaknya memberikan dukungan berupa bantuan dan pendanaan terhadap kegiatan normalisasi yang dilaksanakan secara swadaya oleh masyarakat.
Menurut Windy, sedimentasi yang menumpuk di saluran SBS sudah cukup mengkhawatirkan sehingga diperlukan pengerukan untuk mengembalikan kapasitas aliran air.
«“Pada kegiatan kali ini kami, Perumda Tirta Bhagasasi Cabang Tambun Selatan, sifatnya memberikan bantuan dan pendanaan. Kegiatan ini swadaya masyarakat. Dikarenakan sampai saat ini sedimentasi sudah sangat memprihatinkan di saluran SBS, sehingga harus dilaksanakan normalisasi berupa pengerukan lumpur dan sampah,” kata Windy.»
Ia berharap dukungan tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama warga yang tinggal di sekitar saluran dan selama ini merasakan dampak ketika aliran air tidak berjalan optimal.
Air Meluap ke Jalan dan Permukiman
Ketua BPD Desa Setiadarma Saban Nirman mengatakan, normalisasi tersebut merupakan tindak lanjut dari keluhan serta masukan warga yang selama ini terdampak kondisi saluran.
Saban menyebut, persoalan paling dirasakan masyarakat ketika hujan turun. Kapasitas saluran yang tidak optimal membuat air meluap hingga badan jalan bahkan masuk ke kawasan permukiman.
«“Kegiatan hari ini didasari keluhan dan masukan dari masyarakat sekitar saluran yang merasakan dampaknya. Air dari saluran sampai keluar ke jalan dan permukiman warga, khususnya di waktu hujan,” ujar Saban.»
Ia mengapresiasi dukungan Perumda Tirta Bhagasasi melalui Cabang Tambun Selatan serta peran Camat Tambun Selatan dalam mendorong terlaksananya kegiatan tersebut.
Namun, Saban berharap normalisasi tidak berhenti di satu titik. Menurutnya, masih terdapat saluran dan kali lain yang membutuhkan penanganan agar persoalan luapan air tidak kembali menjadi keluhan masyarakat.(CS)
