Bekasi, 3 Mei 2026 — Sekitar 1.600 peserta menghadiri kegiatan Bekasi Bersama Palestina Jilid 6 yang digelar di Plaza Patriot Candrabhaga pada Minggu pagi (3/5). Kegiatan yang berlangsung pukul 06.50 hingga 10.10 WIB ini mengusung agenda aksi solidaritas untuk Palestina serta doa bersama atas gugurnya pasukan perdamaian TNI.

Acara tersebut diselenggarakan oleh MUI Kota Bekasi dan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari organisasi keagamaan hingga organisasi kemasyarakatan se-Kota Bekasi. Hadir dalam kegiatan ini sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Tri Adhianto Tjahyono, Fatur Rahman, serta Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Effendi.

Selain itu, tampak pula tokoh agama dan pimpinan organisasi seperti Saefuddin Siroj, Mushoffa Amal, hingga perwakilan dari Gaza, Machmud Umar.
Dalam sambutannya, Ust. Mushoffa Amal menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk konsistensi dukungan masyarakat Bekasi terhadap perjuangan rakyat Palestina. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini dapat terlaksana berkat kolaborasi lintas elemen dan dukungan para donatur.
Sementara itu, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung aksi kemanusiaan. Ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian melalui langkah nyata, termasuk penggalangan bantuan yang transparan dan tepat sasaran.
“Kami mendukung penuh kegiatan kemanusiaan seperti ini sebagai bentuk solidaritas terhadap Palestina,” ujarnya.
Dalam pernyataan sikap yang dibacakan, peserta aksi menyampaikan beberapa poin penting, di antaranya mengutuk pelanggaran HAM terhadap rakyat Palestina, menyampaikan duka cita atas gugurnya prajurit TNI dalam misi perdamaian PBB, serta mendukung kemerdekaan Palestina sesuai amanat UUD 1945.
Selain itu, massa juga menyuarakan tuntutan penghentian konflik dan pembukaan akses bantuan kemanusiaan, serta mendorong dukungan internasional terhadap kemerdekaan Palestina.
Kegiatan ini menjadi bukti kuatnya solidaritas masyarakat Kota Bekasi terhadap isu kemanusiaan global. Kolaborasi antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan berbagai organisasi dinilai mampu meningkatkan partisipasi publik dalam aksi serupa di masa mendatang.(GUS)
