BEKASI — Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi semakin meluas. Menyikapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat Desa Medalkrisna, Kecamatan Bojongmangu, Senin (31/8/2026).
Sebanyak 30.000 liter air bersih disalurkan untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak kekeringan. Dalam pendistribusian tersebut, BPBD Kabupaten Bekasi mengerahkan tiga unit mobil tangki, sedangkan PMI Kabupaten Bekasi menurunkan satu unit mobil tangki.
Selain bantuan air bersih, BPBD Kabupaten Bekasi juga memberikan 50 buah dirigen kepada warga untuk memudahkan proses pengambilan sekaligus penyimpanan air.
Distribusi bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam merespons dampak musim kemarau yang masih berlangsung. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), periode puncak musim kemarau berlangsung pada Juli hingga September.
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bekasi Endin Samsudin, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi Dodi Supriadi, Ketua PMI Kabupaten Bekasi Drs. H. Akhmad Kosasih, serta Pengurus PMI Kabupaten Bekasi H. Ponijan.
Bantuan air bersih diterima langsung Camat Bojongmangu Drs. Shobirin, M.M., bersama Sekretaris Desa Medalkrisna Nesin Somantri, untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.
Sekda Kabupaten Bekasi Endin Samsudin mengatakan, pemerintah daerah akan terus berupaya hadir membantu masyarakat memenuhi kebutuhan air bersih selama musim kemarau.
“Pada hari ini Pemerintah Kabupaten Bekasi bekerja sama dengan PMI Kabupaten Bekasi mendistribusikan air bersih sebanyak total 30.000 liter dan 50 buah dirigen air. Musim kemarau yang sudah berjalan tiga bulan ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi hadir di tengah masyarakat dengan pendistribusian air bersih,” kata Endin.
Menurut Endin, wilayah yang mengalami dampak kekeringan di Kabupaten Bekasi mengalami peningkatan. Sebelumnya tercatat sembilan kecamatan terdampak, namun kini jumlah tersebut bertambah menjadi 12 kecamatan.
“Update informasi kekeringan yang semula berjumlah sembilan kecamatan, sekarang meluas menjadi 12 kecamatan terdampak. Pemerintah optimistis kekeringan ini akan dapat teratasi dengan kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bekasi, PDAM, PMI, serta perusahaan yang ada di Kabupaten Bekasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, meluasnya wilayah terdampak membuat pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan harus membagi tugas agar penanganan dapat dilakukan secara lebih cepat dan merata.
“Kami pun berbagi tugas dalam penanganan dikarenakan wilayah terdampak yang meluas sehingga dapat teratasi segera. Semoga kegiatan distribusi yang dijalankan oleh pemerintah bersama pemangku kepentingan di Kabupaten Bekasi dapat meringankan beban masyarakat yang terdampak, walaupun masih dalam keterbatasan,” tuturnya.
Endin berharap musim kemarau segera berakhir sehingga kekeringan tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius dan berujung pada penetapan status darurat bencana kekeringan.
“Semoga bencana kekeringan ini dapat segera berakhir sehingga tidak sampai menjadi status darurat bencana kekeringan. Kami bersama Forkopimda akan terus berkoordinasi untuk memantau perkembangan ke depannya,” pungkas Endin.
(CS)
