Bekasi — Ketua Umum Jusuf Kalla menyampaikan apresiasi atas respons cepat relawan Palang Merah Indonesia (PMI) dalam menangani kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026).
Insiden tersebut mengakibatkan sedikitnya 16 orang meninggal dunia dan 91 lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa ini tidak hanya menjadi perhatian nasional, tetapi juga meninggalkan duka mendalam bagi keluarga para korban.
Dalam pertemuan bersama relawan PMI di Markas PMI Kota Bekasi, Rabu (29/4/2026), Jusuf Kalla menyampaikan keprihatinannya sekaligus penghargaan atas dedikasi para relawan yang bergerak cepat di lapangan.
“Dalam setiap musibah atau kecelakaan, kita tidak mengenal batasan wilayah. Kita menolong atas dasar kemanusiaan,” ujar Jusuf Kalla.
Ia menegaskan bahwa kesiapsiagaan PMI melalui sistem posko siaga 24 jam terbukti efektif dalam situasi darurat. Bahkan, dalam kejadian ini, tim PMI dilaporkan mampu tiba di lokasi dalam waktu kurang dari 15 menit sejak insiden terjadi.
“Ini melampaui motto ‘PMI 6 jam sampai’. Dalam kejadian ini, PMI hadir sangat cepat,” tambahnya.
Sejak awal kejadian, relawan PMI langsung melakukan pertolongan pertama, evakuasi korban, serta mengerahkan layanan ambulans. Respons cepat tersebut dinilai berperan penting dalam meminimalkan dampak yang lebih besar.
Hingga saat ini, PMI bersama instansi terkait masih terus memberikan layanan medis lanjutan serta dukungan psikososial bagi korban dan keluarga terdampak.
Tragedi ini menjadi pengingat akan pentingnya kesiapsiagaan serta kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi situasi darurat. (CU)
