Kota Bekasi, 28 April 2026 — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, melakukan kunjungan kerja ke lokasi kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4) siang.
Kunjungan yang berlangsung pukul 13.30 hingga 14.30 WIB ini dilakukan untuk meninjau langsung penanganan pascakecelakaan KRL yang terjadi di jalur tersebut. Dalam kesempatan itu, AHY didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono, Dandim 0507/Bekasi Kolonel Arm Krisrantau Hermawan, serta unsur TNI-Polri dan pemerintah daerah setempat.
Dalam keterangannya, AHY menyampaikan bahwa langkah-langkah penanganan telah dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. Proses evakuasi korban menjadi prioritas utama, disusul dengan upaya pemulihan (recovery) serta normalisasi jalur perjalanan kereta api.
“Pengecekan terhadap jaringan listrik atas juga terus dilakukan untuk memastikan keselamatan operasional,” ujar AHY di lokasi.
Lebih lanjut, pemerintah menegaskan komitmennya untuk melakukan pembenahan menyeluruh guna mencegah terulangnya insiden serupa. Proses investigasi akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) secara transparan dan menyeluruh.
AHY juga menekankan pentingnya peningkatan pengamanan di setiap perlintasan kereta api. Menurutnya, seluruh perlintasan harus dilengkapi petugas serta sistem pengamanan maksimal guna meminimalisir risiko kecelakaan.
Selain itu, ia menyoroti perlunya penataan ruang wilayah, termasuk pengurangan perlintasan sebidang yang dinilai menjadi salah satu faktor penyebab kecelakaan.
“Ke depan, kita harus mengurangi perlintasan sebidang dan meningkatkan sistem keselamatan transportasi secara menyeluruh,” tegasnya.
Pemerintah berharap proses normalisasi jalur kereta dapat segera rampung, dengan target operasional kembali berjalan normal pada pukul 16.00 hingga 17.00 WIB. (GUS)
