Kota Bekasi, 28 April 2026 — Kecelakaan kereta api terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa (28/4/2026) malam, melibatkan KA Argo Bromo Anggrek (KA 3) relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi dengan rangkaian KRL Commuter Line. Insiden tragis ini mengakibatkan sedikitnya 7 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa bermula sekitar pukul 20.00 WIB saat KRL Commuter Line dari arah Jakarta menuju Cikarang menabrak sebuah taksi listrik GreenSM yang mogok di perlintasan Ampera, Bekasi Timur. Kendaraan dengan nomor polisi B 2914 KRC tersebut terhenti di jalur rel, menyebabkan KRL berhenti total di jalur 1 Stasiun Bekasi Timur.
Sekitar pukul 20.53 WIB, saat rangkaian KRL masih dalam posisi berhenti, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah belakang tidak sempat menghindar dan langsung menghantam bagian belakang KRL. Benturan keras menyebabkan gerbong masinis KA jarak jauh menembus gerbong paling belakang KRL.
Seorang saksi yang berada di gerbong keempat dari belakang mengungkapkan bahwa penumpang di gerbong paling belakang mengalami dampak paling parah dan banyak yang terjebak akibat deformasi rangkaian. Ia mengaku berhasil menyelamatkan diri sesaat setelah kejadian.
Data Korban Meninggal Dunia
Hingga saat ini, tercatat 7 korban meninggal dunia, dengan rincian:
- RSUD Kota Bekasi (4 orang):
- Nurhayati (jenazah telah dibawa keluarga ke Kemayoran)
- Nurlela (Ela), guru dan bendahara SDN Pulo Gebang, Jakarta Timur
- Adinda Ratna Safira (masih dalam verifikasi)
- (Masih dalam verifikasi)
- RS Mitra Keluarga Bekasi Timur (1 orang):
- Adelia Rifani (26), warga Perum Regency 1 Cibitung Wanasari
- RS Bella Bekasi (1 orang):
- Identitas masih belum diketahui
- .RS Polri (1 orang)
- (masih dalam verifikasi)
Selain itu, terdapat korban meninggal dunia di lokasi kejadian yang langsung dibawa ke RS Polri Kramat Jati, namun identitasnya masih dalam proses pendataan.
Korban Luka-Luka
Total korban luka diperkirakan mencapai 62 orang yang tersebar di sejumlah rumah sakit di Bekasi dan sekitarnya.
RSUD Kota Bekasi (37 orang):
Desvita, Shofi Salsabila, Anggita Rizca Utami, Ratri Intan Anggraeni, Sausan Sarifah, Ira Indira Putri, Amalia Khasanah Ulfa, Nuryati, Stevani Sofia, Dewi Sagita, Alija, Riki, Muchlis, Ahmad Nur Syahril, Siti Maryam, Hari Septiansah, Nuryani, Dinasti Kurusma Wardani, Hari Septiansyah, Vira Oktaviani Putri, Suebandi, Afna Regita, Yumita Endang PS, Purwanti, Subur Sagita, Eifan Mandhara, Dwi Apriliana, Andi Saputra, Yuliana, Ria Rustiati, Yuliana Nur Pratama, Nuriyah Indah Rahmawati, Fitria Husni, Anggita, Leni Julianti, Rifan Mandha, Suryani Sofia.
RS Mitra Plumbon Cibitung:
4 korban luka (identitas belum diketahui).
RS Primaya Bekasi Timur (8 orang):
Dinda Aulia, Siska, Sabrina, Jesika, Riski Mardianto, Ahlana, Qonika, Febrian.
RS Siloam Bekasi Timur:
1 korban luka (identitas belum diketahui).
RS Hermina Bekasi:
Alvala dan Linda Poppy.
RS Bella Bekasi:
4 korban luka (identitas belum diketahui).
RS Mitra Keluarga Bekasi Timur (6 orang):
Safira Anastasya Amalia, Ermi, Wijayanti Puji Lestari, Sonia Arnelia Pratiwi, Sifa Nur Islami, Hendra Efendi Monte.
Penanganan dan Investigasi
Petugas gabungan dari kepolisian, PT KAI, dan instansi terkait langsung melakukan evakuasi korban serta pengamanan lokasi. Proses penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, termasuk dugaan kelalaian di perlintasan sebidang dan sistem pengendalian perjalanan kereta.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius terkait keselamatan di perlintasan kereta api dan sistem pengendalian lalu lintas kereta, khususnya di wilayah padat seperti Bekasi.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang serta mematuhi rambu-rambu keselamatan guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang. (GUS)
