BEKASI — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bekasi menggelar Musyawarah Kabupaten (MUSKAB) ke-X Tahun 2026 di Kantor Pengelola Kawasan Industri MM2100, Cikarang Barat, Rabu (12/8/2026).
MUSKAB menjadi agenda penting organisasi yang digelar setiap lima tahun sekali. Forum tersebut tidak hanya menjadi momentum evaluasi terhadap pelaksanaan program dan laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode sebelumnya, tetapi juga menjadi tahapan untuk menentukan kepemimpinan PMI Kabupaten Bekasi untuk masa bakti lima tahun mendatang.
MUSKAB ke-X secara resmi dibuka oleh M. Hudaya, M.Si., selaku Asisten Daerah (Asda) I yang mewakili Bupati Bekasi.
Dalam sambutannya, Hudaya menyampaikan apresiasi atas kontribusi PMI Kabupaten Bekasi selama ini dalam membantu pemerintah memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.
Ia berharap kepemimpinan PMI Kabupaten Bekasi yang terpilih melalui MUSKAB mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
«“Selamat bermusyawarah kepada PMI Kabupaten Bekasi. Semoga nantinya ketua PMI Kabupaten Bekasi terpilih dapat menjadi mitra pemerintah yang lebih strategis. Kami juga mengucapkan terima kasih atas dedikasi PMI selama ini yang selalu membantu pemerintah dalam pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Bekasi,” ujar Hudaya.»
MUSKAB ke-X tersebut turut dihadiri jajaran PMI Provinsi Jawa Barat, di antaranya Dr. Tjatja Kuswara. Kehadiran jajaran PMI tingkat provinsi diharapkan semakin memperkuat koordinasi dan pembinaan organisasi PMI di Kabupaten Bekasi.
Forum musyawarah juga diikuti 23 ketua PMI tingkat kecamatan serta para relawan PMI Kabupaten Bekasi dari berbagai unsur. Mereka terdiri atas Palang Merah Remaja (PMR), Korps Sukarela (KSR), Tenaga Sukarela (TSR), Donor Darah Sukarela (DDS), hingga Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT).
Tidak hanya relawan, para pembina PMR dari berbagai tingkatan pendidikan turut hadir dalam kegiatan tersebut. Mulai dari PMR Mula tingkat SD/MI, PMR Madya tingkat SMP/MTs, hingga PMR Wira tingkat SMA/SMK/MA.
Keberadaan berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa PMI Kabupaten Bekasi tidak hanya bertumpu pada struktur kepengurusan, tetapi juga memiliki dukungan relawan dan generasi muda yang menjadi bagian penting dalam menjalankan misi kemanusiaan.
Melalui MUSKAB ke-X, PMI Kabupaten Bekasi diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai kemanusiaan, mampu melanjutkan program organisasi yang telah berjalan, serta menghadirkan inovasi baru sesuai kebutuhan masyarakat.
Kepemimpinan baru juga diharapkan dapat memperkuat posisi PMI sebagai mitra strategis Pemerintah Kabupaten Bekasi, khususnya dalam penanganan kebencanaan, pelayanan darah, pertolongan pertama, kegiatan sosial kemanusiaan, serta berbagai bentuk pelayanan masyarakat lainnya.
Dengan demikian, hasil MUSKAB ke-X bukan sekadar menentukan sosok ketua untuk periode lima tahun ke depan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat arah organisasi PMI Kabupaten Bekasi agar semakin responsif, profesional, dan dekat dengan kebutuhan masyarakat.
(CS)
