Jakarta Pusat – Ratusan massa yang tergabung dalam organisasi Emak Muda Bersatu menggelar aksi unjuk rasa damai di seberang Jalan Gedung Danareksa, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026). Aksi yang berlangsung mulai pukul 11.00 hingga 13.25 WIB tersebut diikuti sekitar 250 peserta dan dikoordinatori oleh Dewi Ratnasari.
Dalam aksi tersebut, para peserta menyampaikan berbagai aspirasi yang berkaitan dengan program pembangunan nasional dan kebijakan pemerintah. Massa mendesak percepatan pengesahan Undang-Undang Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Undang-Undang Perampasan Aset. Selain itu, mereka juga menyatakan dukungan terhadap Program Koperasi Merah Putih, Sekolah Rakyat, ketahanan pangan nasional, serta Proyek Strategis Nasional (PSN).
Sejumlah spanduk dan poster dibentangkan peserta aksi dengan berbagai pesan dukungan, di antaranya bertuliskan “Emak-Emak Mendukung MBG”, “Kami Bersama Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka”, serta “Lawan Provokasi, Jaga Persatuan Demi Indonesia Emas”.
Dalam orasinya, para peserta menyampaikan bahwa mereka hadir sebagai bagian dari elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap masa depan generasi penerus bangsa. Mereka menilai program Makan Bergizi Gratis merupakan investasi strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Selain itu, massa juga mendorong percepatan pengesahan UU Perampasan Aset sebagai bentuk komitmen negara dalam memperkuat pemberantasan korupsi. Menurut mereka, langkah tersebut penting untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang lebih bersih dan berintegritas.
Dukungan juga disampaikan terhadap Program Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai dapat membuka peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga. Sementara Program Sekolah Rakyat dianggap sebagai solusi untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu agar tidak ada anak bangsa yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan yang layak.
Dalam kesempatan yang sama, peserta aksi menyatakan dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional dan Proyek Strategis Nasional yang diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi serta membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Menutup rangkaian orasi, massa mengajak seluruh elemen bangsa untuk menjaga persatuan dan kesatuan, serta menolak segala bentuk provokasi yang berpotensi memecah belah masyarakat. Mereka juga menyatakan dukungan terhadap keberlanjutan program-program pembangunan nasional yang dinilai pro-rakyat guna mewujudkan Indonesia yang lebih maju, kuat, dan sejahtera.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Setelah seluruh tuntutan dan pernyataan sikap disampaikan, massa membubarkan diri secara damai tanpa mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi../GUS
