Bekasi, 10 Juni 2026 – Sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat di lingkungan kerja, PMI Kabupaten Bekasi bekerja sama dengan SPSI Kabupaten Bekasi menggelar Pelatihan Pertolongan Pertama (PP) Batch 2 bagi para Pimpinan Unit Kerja (PUK) SPSI se-Kabupaten Bekasi.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (8/6/2026) di Aula Markas PMI Kabupaten Bekasi tersebut diikuti oleh 30 peserta yang berasal dari berbagai unit kerja SPSI di Kabupaten Bekasi.
Ketua PMI Kabupaten Bekasi, Akhmad Kosasih, menegaskan bahwa kemampuan pertolongan pertama merupakan keterampilan dasar yang sangat penting dimiliki setiap individu, terutama dalam menghadapi situasi kegawatdaruratan sebelum korban mendapatkan penanganan medis lanjutan.
“Dengan kemampuan pertolongan pertama, kondisi darurat dapat ditangani secara cepat dan tepat sebelum korban dirujuk ke fasilitas kesehatan terdekat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Markas PMI Kabupaten Bekasi, Meyliany, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen PMI dalam memperkuat kapasitas pekerja di kawasan industri.
Menurutnya, Kabupaten Bekasi sebagai salah satu kawasan industri terbesar di Asia Tenggara memiliki tingkat aktivitas kerja yang tinggi sehingga potensi kecelakaan kerja perlu diantisipasi melalui peningkatan kemampuan sumber daya manusia dalam bidang pertolongan pertama.
“Melalui pelatihan ini kami berharap peserta dapat menerapkan ilmu yang diperoleh di tempat kerja maupun di lingkungan tempat tinggalnya, sekaligus menjadi agen edukasi bagi rekan-rekan kerja lainnya,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, PMI Kabupaten Bekasi menghadirkan fasilitator dari unsur pengurus dan staf markas yang memiliki kompetensi di bidang pertolongan pertama. Salah satu fasilitator, Sulaeman Syarif, menjelaskan bahwa materi yang diberikan mencakup Bantuan Hidup Dasar (BHD), termasuk penanganan korban yang mengalami henti napas maupun henti jantung.
“Kami mengajarkan langkah-langkah dasar yang harus dilakukan saat menghadapi kondisi darurat. Pengetahuan ini diharapkan dapat membantu menyelamatkan nyawa, baik di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat,” jelasnya.
Selain penyampaian teori, pelatihan juga menitikberatkan pada praktik langsung guna memastikan peserta mampu bertindak cepat, tepat, dan percaya diri saat menghadapi situasi darurat.
“Praktik lapangan menjadi bagian penting agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan yang terstandar dalam memberikan pertolongan pertama,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, PMI Kabupaten Bekasi berharap semakin banyak pekerja yang memiliki kompetensi pertolongan pertama sehingga mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, tanggap, dan siap menghadapi berbagai kondisi kegawatdaruratan.
(CS/Lensa Investigasi)
